SELAMAT DATANG DI BLOG IMAMEDU.

Senin, 27 September 2010

Biar adegan tidak terlewat

Anda tidak mungkin untuk mendapatkan semua keseluruhan gambar dari setiap pesta pernikahan, tapi jika anda mendapatkan moment – moment pernikahan yang baik, maka anda siap untuk mengedit video pesta pernikahan penuh kenangan tersebut.
Satu hal lagi yang penting: saya menggambarkan banyak special shot, misalnya rack focus, crane shot, dan camera moves. Semua itu akan berhasil, jika anda benar-benar siap dan ahli, juga posisi anda steady, frame sudah sesuai, expose sesuai, dan jarak juga sudah tepat. Dengan kata lain. Yakinlah, bahwa anda sudah menguasai basicnya sebelum mengambil moment yang keren! Ok, mari kita mulai…
Sebelum pesta dimulai :
Ruang rias Pengantin saat anda ditempat, anda dapat mengikuti langkah berikut:
* Shot buket bunga dan dekorasi pernikahan tersebut. Saya suka melakukan shot perlahan, camera bergerak pelan dengan rangkaian bunga sebagai focus. Dan saya juga suka melakukan slow zoom out, atau shot yang menggambarkan suasana ruang.
* Persiapan pengantin pria, anda bisa mengambil rekaman video pernikahan pada saat moment yang unik seperti, saat pendamping pengantin pria mengecek jamnya, atau saat sedang menyiapkan pakaian pengantin dan accessoriesnya. Atau beberapa video moment pernikanan unik lainnya yang tidak terduga.
Detail shots (kadang bahkan harus diambil secara macro). (contohnya: saat akad nikah / Resepsi Pernikahan), pada meja terdapat buku nikah, kotak cincin, dan mas kawin. Anda mungkin bisa mengambil gambar benda-benda tersebut dengan cara camera moving secara pelan dan mengambil beberapa gambar close up pada setiap bendanya. Jika mungkin anda dapat menatanya di meja kemudian anda ambil dari berbagai angle dengan cara zoom in dan zoom out pada alur yang lambat.
Ide tambahan untuk detail shot : selop pengantin, baju pengantin yang tergantung, perhiasan dan accessories pengantin, tempat cincin, pengiring pengantin dan penerima tamu.
Exterior Mesjid: Yang menarik adalah memulai pengambilan dari bagian atas Masjid, kemudian keseluruhan tampak bangunan, coba untuk menangkap seni arsitektur bangunan tersebut dari berbagai angle, jangan berdiri mematung dan mengambil satu dinding saja. Jika disekitar bangunan ada pohon besar yang unik atau kumpulan bunga yang cantik, maka anda dapat menggunakan secara depth of field shot, focus pada satu titik yang menarik, kemudian perlahan berpindah ke arah bangunan Masjid.
Pengantin meninggalkan Masjid. Jika pengantin sudah masuk ke dalam mobil, coba untuk mengambil gambar saat mobil tiba di rumah dan saat meninggalkan masjid.
Saat di Pesta ;
Pengambilan video ( Video Recording ) secara kontinyu, mulai dari saat pengantin perempuan berjalan masuk hingga kemudian berdampingan dengan pengantin pria. Idealnya, gunakan 2 camera. Tempatkan salah satu di posisi menghadap ke arah pengantin. Untuk camera lainnya langsung anda pegang sendiri, posisikan diri anda di sebelah depan pengantin perempuan, saat proses shot dimulai, biarkan pengantin berjalan melewati anda. Kemudian setelah pengantin perempuan sampai di tempat acara, pindahkan tripod hingga berada dalam angle yang baik untuk mengambil gambar saat pengantin mengucapkan janji. Perpindahan posisi camera ini sebaiknya dikoordinasikan dengan panitia lainnya, kalau perlu dapat dilakukan latihan terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Ada BOS, Ada Sekolah Unggulan, Wujud Inkonsistensi Negara

Dr. Saharuddin Damin, SH, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa kebijakan pemerintah dalam penyediaan fasilias pendidikan sebagai wujud pelaksanaan amanah UUD 1945 masih tidak konsisten. Disatu sisi pemerintah menggulirkan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang memungkinkan adanya sekolah gratis, disisi lain pemerintah menggulirkan adanya Sekolah Unggulan. “Sekolah unggulan inilah bentuk dari paradigma pasar, padahal di negara maju termasuk Amerika Serikat saja, tidak ada sekolah unggulan” terang Saharuddin.
Di depan peserta Konferensi Pimpinan Wilayah (KONPIWIL) IkatanPelajar Muhammadiyah (IPM) Se- Indonesia di Kompleks Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Barat, Saharuddin menerangkan bahwa penambahan embel-embel unggulan inilah yang membentuk kecenderungan sosial di masyarakat bahwa sekolah unggulan ini adalah tempat “menyulap” orang pintar. “Dengan stigma tempat menyulap orang pintar inilah, maka keberadaan sekolah yang sebenarnya akan hilang, sekalipun ada BOS” terangnya. “Justru di situlah akan melahirkan kubangan baru, orang yang sekolah di sekolah biasa akan minder dan susah berkembang, karena merasa bukan sekolah unggulan” lanjutnya kemudian.
Saharuddin kemudian mengamil kasus dari riwayat Albert Einstein. “Einstein itu dulu bukan orang yang dari awal menjadi juara kelas, bahkan juga pernah tinggal kelas, namun dia mati-matian untuk menemukan rumus” kisahnya. “Artinya seseorang itu memiliki bakat yang sama dalam hal otak, bakat yang sama dalam hal kepintaran, namun dalam pengelolaannya seseorang bisa tumpul karena faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan dan faktor internal, yaitu kondisi psikologis dan motivasi.”paparnya kemudian.
“Itu paradigma pasar yang berimbas pada pengelolaan pendidikan”. Karena paradigma tersebut, anehnya dalam penentuan kelulusan di buat standard yang sama. Cara mendidiknya ada perbedaan, tapi lulusnya di buat syarat yang sama. Dalam kelulusan tersebutpun juga masih ada masalah pula.
Muhammadiyah.or.id

PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Keberhasilan penelitian tindakan menjadi populer saat ini dan berkembang sampai bidang pendidikan dan dikenal dengan sebutan”penelitian Tindakan Kelas” dan disingkat PTK. Penelitian tindakan merupakan pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan konstektual yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi suatu kenerja atau Organisasi.
Menurut John Elliot(1991), PTK adalah kajian tentang situai sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang ada didalamnya, dan seluruh prosesnya meliputi: telaah, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dampak, dan menjalin hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan profesional. PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan olrh guru atau peneliti, mulai dari nperencanaan sampai dengan penelitian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang mampu yang berupa Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Dalam bidang pendidikan, khusunya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahpan-tahapan PTK (perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, dan Refleksi), guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain. Dengan menerapkan beberapa teori dan teknik serta alan pembelajaran yang efektif dan efesien untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurut Hasdjodipuro (1997), PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap apa yang dilakukan dan mau mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, melainkan mempunyai makna sadar dan kritisterhadap mengajar dan menggunakan kesadaran kritis terhadp dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan Perbaikan peoses pembelajaran.
PTK sebagai pebelitian terapan menurut guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas sehingga tidak perlumeninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi guru dikelas. Dengan nmelaksanakan PTK,guru memiliki peran ganda yaitu sebagai praktisi pendidikan dan sebagai peneliti. Jadi tugas guru tidak hanya sebagai pelaksana kurikulum, tapi juga berperan sebagai peneliti dan pengembang kurikulum sehingga dengan demikian mutu Kegiatan Belajar Mengajar akan meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas tamatan.

PTK Penting Bagi Guru
Ada beberapa alasan yang menjadikan PTK sebagai suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya.
1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kielasnya. Guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dilakukan dan yang dilakukan muridnya.
2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi hanya sebagai praktisi yang sudah puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan namun juga sebagai peneliti di bidangnya.
3. Guru mampu memperbaiki Proses Belajar Mengajar melalui kajian yang mendalam di kelasnya. Dengan PTK guru akan senantiasaterus belajar dan mengkaji secara terus menerus memperbaiki kinerja dan proses belajar siswa.
4. PTK tidak mengganggu tugas pokok guru karena dalam pelaksanaannya, guru tidak meninggalkan kelas. PTK merupakan kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
5. Guru menjadi kreatif karena dituntut untuk melakukan upaya inovasi ( materi, metode, alat bantu pembelajaran dan strategi mengajar).

Postingan Populer

Pengikut

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *